04 September 2006

Dji Sam Soe Tour d’Indonesia 2006 (2)


Etape demi Etape yang melelahkan

Etape 1 Kriterium (Jakarta)
Total 54,6 km (21 laps x 2,6km)
Intermediate Sprint 1 Lap 7
Intermediate Sprint 2 Lap 14
Kecepatan rata-rata 44,87 km/jam

Kibaran bendera start di depan kantor KONI Pusat Senayan Jakarta menandai dimulainya etape kriterium yang sekaligus menjadi etape pertama Tour de Indonesia 2006. Balapan kriterium dilakukan dengan mengelilingi rute segitiga Jl. Pintu Satu, Jl. Asia Afrika, dan Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta.

Sejak lap-lap awal hingga pertengahan, rombongan pembalap asing dan lokal masih mengayuh bersama-sama. Mereka saling menjajaki kemampuan untuk perebutan posisi terdepan. Duel jago-jago sprinter baru mulai terlihat saat sprint di lap 7 dan lap 14. Di sini pembalap asal Jerman, Andre Schulze (BACP) langsung memetik poin teratas. Schulze finis di tempat pertama dengan catatan waktu 1:13:01. Dengan hasil ini, Schulze sekaligus juga berhak mengenakan yellow jersey.

Tempat kedua ditempati rekan senegara Schulze, Tobias Erler, yang mengayuh untuk dari tim Giant Asia Racing Team (GNT).Di etape ini, catatan waktu Erler adalah 1:13:01. Sementara posisi ketiga ditempati pembalap Rusia Sergey Kudentsov yang tergabung dalam Greenfield Fresh Milk (GFM). Dia finis dengan catatan waktu 1:13:01.

Sesaat setelah penyematan medali, Schulze dengan optimis menyatakan akan mengamankan kaus kuning pada etape II Bandung-Purwokerto yang berjarak 133,1 km. “Meskipun rute yang akan dihadapi nanti cukup berat karena banyak rute turunan dan jalan rusak, saya yakin menang,” katanya. Schulze, Tobias, maupun Kudentsov mengaku tidak ada masalah dengan cuaca. “Kebetulan daratan Eropa juga sedang musim panas, jadi tak terlalu kaget,” kata Tobias.

Etape kriterium yang tadinya dianggap paling aman ternyata sempat diselingi insiden. Pembalap Araya, Yuli Hariyanto, terpelanting di depan Ratu Plaza. Yuli yang terluka di bagian wajah dan bibir langsung dievakuasi dengan motor marshal ke ambulans yang ada di garis finis.

Etape 2 Bandung–Cirebon
Total 133,1 km Intermediate
Sprint 1 Sumedang (Dibatalkan)
Intermediate Sprint 2 Jatiwangi
Kecepatan rata-rata 37.8 km/jam

Padatnya arus lalu lintas dari tanjakan Jatinangor hingga Cadas Pangeran, Sumedang, membuat para pembalap harus terpecah konsentasinya. Di satu sisi mereka harus memacu kecepatan, dan di sisi lain harus juga menghindari pengguna jalan yang hilir mudik. Kerja keras Marshall dan Patwal kepolisian mengamankan rute berkelak kelok ini seakan tak berarti. Puncaknya, 30 pembalap terdepan mengalami kecelakaan massal di sebuah tikungan patah di daerah Selarema, Sumedang. Lomba pun sempat terhenti tak jauh dari lokasi kecelakaan diiringi protes pembalap dan tim manajer yang secara langsung disampaikan kepada Chief Commissiare Lomba, H Fazin Saad. Pembalap berkeras meminta jaminan keamanan lintasan di depan.

Pimpinan lomba akhirnya menyetujui dan menyatakan pemotongan waktu 2 menit sebagai pengganti waktu saat kecelakaan dan juga menghapus Intermediate Sprint 1 Sumedang berubah menjadi Zona Start Semu atau Neutralized Section. Kesulitan masih tetap membelit para pembalap setelah itu. Jalur jalan di Sumedang yang berkerikil tajam membuat banyak pembalap akhirnya tak bisa melanjutkan etape ini gara-gara pecah ban. Puluhan pembalap rontok dan harus dibantu mobil tim atau neutral car.

Memasuki Km 89,5 di Majalengka, peloton mulai pecah menjadi dua grup besar. Jeda waktu 2,46 detik antara leading group dan peloton terus bertambah dari mulai Gempol-Jamblang hingga 15km menjelang Cirebon. Di etape ini, Andre Schulze (BACP) kehilangan yellow jersey, diambil oleh oleh Sergey Kudentsov (GFM). Tobias Erler (GNT) masih ada di posisi kedua. Sergey mengakui etape ini terasa cukup berat. Ihwal kemenangannya, dia mengaku hal itu didapat dari strategi yang diambil timnya. “GFM menempatkan 3 pembalapnya dalam 20 pembalap leading group, dan akhirnya strategi itu membuahkan hasil,” katanya.
Lain lagi komentar Andre Schulze. Dia tak dapat menyembunyikan kekecewaan lantaran harus melepas kaos kuning. “Tim saya melemah karena Max Nielsen, salah satu anggota tim, sakit,” katanya. Meskipun kehilangan yellow jersey, Schulze mendapat hak menggunakan kaos hijau, sebagai pengumpul poin terbanyak intermediate sprint. Dari tim lokal, Dwiharyanto (IPSJ) menggeser Wawan Setyobudi (ISSI Jogja) dalam perebutan Red White Jersey.

Etape 3 Cirebon-Purwokerto
Total 187,5 km
Intermediate Sprint 1 Tegal
Intermediate Sprint 2 Randu Dongkal
King of Mountain (Kategori 1) Purbalingga
Kecepatan rata-rata 37,8 km/jam

Usai penjajakan kekuatan dan strategi pada etape 1 dan 2, Tim Nasional Jepang makin optimis melalui Makoto Iijima. Belajar banyak saat merebut yellow jersey di dua etape Tour d’East Java lalu, cukup menguatkan mental dan daya juangnya. Iijima berhasil masuk finis di urutan pertama. “Tim kami melakukan strategi untuk tidak terlalu jauh tertinggal dari peloton,” ujarnya seusai lomba.

Meski keluar sebagai juara etape, Iijima tak serta merta meraih yellow jersey. Kaus kuning itu justru hinggap di tubuh Ulzii-Orshikh Jamsran dari tim GFM. “Faktor pengalaman sepertinya memang menjadi teman sejati sang dewi keberuntungan,” ujar Ulzii-Orshikh Jamsran (GFM) yang akrab disapa Oji saat mengungkapkan kegembiraannya merebut yellow jersey pada etape ketiga ini. Green Jersey sendiri masih tetap dikenakan oleh Andre Schulze. Di awal lomba, Nathan Jones (BKC) dan Karnbanchee Komsan (SBR) mencoba melakukan breakaway. Sejak km 15 sampai km 30 dengan jeda waktu mencapai 1 menit, kedua pembalap ini berhasil meloloskan diri. Kemudian peloton mulai terpecah dengan grup awal yang dimotori Ali Ahmad Fallanie (MAS), Hossein Eslami (MKC), Budi Santoso (PSN) dan Reza Pahlevi (JTM). Aksi saling mengejar berlangsung sampai dengan km 52 di Bulakamba, Brebes.

Usaha breakaway Karnbanchee Komsan (SBR) itu tak sia-sia, ia menang di intermediate sprint pertama di Tegal yang disusul Rohmat Nugraha (DDG) dan Nathan Jones (BKC). Pada intermediate sprint kedua, di Randu Dongkal Km 127, giliran Budi Santoso (PSN) yang menang. Sementara, untuk KOM kategori I di ketinggian 855mdpl sekitar Pemalang, diraih Mehdi Faridi Goviz (AZU). Dia pun berhak mengenakan jersey polkadot. KOM ini cukup menyiksa dan melelahkan, karena menanjak sambil berliku lalu menurun panjang hingga masuk Purbalingga, Purwokerto.

Etape berjarak 187.3km ini start didepan Balai Kota Cirebon melintas jalan bergelombang pantai utara Jawa yang selalu diselingi aspal terkelupas di sepanjang jalan. Namun berkat neutral car yang sigap membantu masalah pecah ban, sebagian besar pembalap mampu mengayuh hingga garis terakhir di alun-alun Purwokwerto.

Yang mengejutkan, tiga pembalap tuan rumah berhasil finis di posisi sepuluh besar. Fatahillah Abdullah (BKC) tampil mengesankan dan berhasil finish pada posisi ke enam. Disusul Agus Muhyanto (IPSJ) di posisi ke tujuh. Benteng Muda Tangerang harus puas menyelipkan Moh Radius Ginting dalam daftar pembalap Indonesia di posisi ke sepuluh.

Etape 4 Purwokerto - Solo
Total 245.1 km
Intermediate Sprint 1 Banjarnegara
Intermediate Sprint 2 Magelang
Intermediate Sprint 3 Ampel
King of Mountain 1 (Kategori Hors) Parakan
King of Mountain 2 (Kategori Hors) Kopeng
Kecepatan rata-rata 37 km/jam

Etape Purwokwerto-Solo dengan jarak 245,1 km merupakan etape terpanjang dan sekaligus terberat selama penyelenggaraan Tour d'Indonesia 2006 ini. Perkiraan awal pembalap akan menghabiskan waktu hingga sekitar 8 jam perjalanan, mampu dipangkas lebih cepat oleh Jimes Sprage dengan torehan waktu 6:37:24.

Duet pembalap Benteng Muda, Andri Rosadi bersama Mumuh Mukhsin sempat memimpin dari km 3 Sokaraja – Purbalingga sambil mencuri point sprint pertama. Saat keduanya tertangkap kembali oleh peloton, tiga pembalap lain yaitu Phinkaow Phonthap (SBR), Parno (CCC) dan Bayu Satrio (DDG) malah terlepas sampai Banjarnegara yang berjalur lurus. Peloton mulai diambil alih duo bersaudara Fukushima, Koji dan Shinichi (JPN) bersama Sprage Jimes (BKC) menjelang sprint kedua Magelang. Saling kejar cukup seru itu menghasilkan juara sprint kedua yaitu Sprage Jimes (BKC) dan Shinichi Fukushima pada sprint ketiga.

Lima pembalap; Sprage Jimes (BKC), Sayed Mustafa (AZU), McCann David (GNT), Paul Griffin, dan Uwe Hardter (BACP) terlibat perebutan jersey polka dot di jalur yang membelah tengah gunung kembar Sindoro dan Sumbing. Pada KOM 1 di antara gunung kembar itu, Koji menebas semua jawara tanjakan. Begitu pula pada KOM 2 Kopeng yang berada di ketinggian 1.400 mdpl. Lomba berakhir manis bagi Jepang. Shinichi meraih yellow jersey dan Koji berhak atas jersey polkadot. Sebagian besar pembalap yang tadinya menyiasati etape dengan menyimpan tenaga, harus menelan pil pahit karena kelelahan pada jarak yang luar biasa jauh. Beratnya double King of Mountain (1.400 mdpl) berkategori Hors, tak pelak merontokan hampir sepertiga jumlah peserta.

Etape berat ini juga menuai protes karena pembalap-pembalap DNF (Do Not Finish) ternyata masih dapat ikut terus membalap. Tujuannya hanya untuk memeriahkan balapan yang masih tersisa 5 etape lagi. Hingga etape ini, Andre Schulze masih tetap mampu mengamankan green jersey. Sayang, dukungan untuk dia makin menipis. Rekan setimnya, Max Nielsen, didiskualifikasi karena terbukti berpegangan pada kendaraan tim saat berlomba.

Etape 5 Solo - Madiun
Total 108,9 km
Intermediate Sprint 1 Sragen
Intermediate Sprint 2 Ngawi
Kecepatan rata-rata 43,6 km/jam

Rute Solo–Madiun merupakan rute pendek dan menjadi hadiah bagi para sprinter. Pembalap BACP, Jacob Nielsen dengan catatan waktu 2:29:48 berhasil menjuarai etape ini. Manajer tim BACP, Matt Wiggers, bahkan sesumbar bahwa timnya akan melalap etape ini untuk mengejar posisi terhormat di klasemen individual. “Kami sengaja menyimpan tenaga pada etape 4 kemarin,” tambah Wiggers.

Dalam etape berjarak 108,9km ini protes membanjiri panitia. Pemicunya, pembalap DNF (Do Not Finish) diperbolehkan kembali ikut lomba. Erler Tobias dan Stephen Gallager dari Giant bahkan dengan keras mengkritik bahwa lomba ini sudah tidak fair lagi.

Chief Commissiare asal Malaysia, H Fazin Saad, langsung meminta maaf atas kejadian ini dan berjanji memperbaikinya di etape yang tersisa. Sofyan Ruzian, sang race director, menambahkan bahwa 32 pembalap yang tidak masuk finish pada etape sebelumnya masih bisa ikut dalam etape besok. “Tapi mereka tidak lagi di perhitungkan dalam klasemen umum,” katanya. Sampai di etape ini, trio pembalap Jepang Shinichi, Masahiko dan Koji memborong tiga jersey sekaligus untuk Yellow, Green dan Polkadot Jersey. Kesialan lagi-lagi menimpa Andre Schulze karena green jersey pun harus terlepas dari tangannya. “Saya akan merebutnya kembali dengan segala cara,” katanya dengan gusar begitu tiba di garis finis.

Etape 6 Madiun-Malang
Total 108,9 km
Intermediate Sprint 1 Nganjuk
Intermediate Sprint 2 Kediri
Intermediate Sprint 3 Pare
King of Mountain 1 (Kategori 1) Pujon
Kecepatan rata-rata 39,9 km/jam

Hingga 130 kilometer pertama etape ini, para sprinter punya kesempatan untuk merajalela. Mereka bisa mengayuh sepedanya dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Tapi setelah itu, sebuah tanjakan langsung menghadang. Pembalap asal Monggolia Jamsran, Ulzii-Orshikh dari tim GFM menjadi yang tercepat masuk finis pada kategori individual dengan catatan waktu 4:36:04. Posisi kedua direbut oleh pembalap Jepang Makoto Iijima dari Japan National Team, dan tempat ketiga direbut oleh David McCann dari Giant Asia. Sementara itu pembalap tuan rumah yang berhasil masuk finis sepuluh besar hanyalah Iwan Setiawan (CCC).

Untuk kategori sprint, etape ini bisa dikatakan milik pembalap dari Rusia, Sergey Kudenssov. Ia menjadi yang tercepat di tiga intermediate sprint yang digelar di etape ini. Sementara KOM direbut oleh Sirous Hashem Zade Varzeghani (AZU). Prestasi tersebut membuat Japan National Team kokoh di puncak klasemen tim. Di etape 5 (rute Solo-Madiun) sehari sebelumnya, Makoto Iijima dan kawan-kawan mulai terkejar oleh para rivalnya khususnya Giant Asia Racing Team (Taiwan), BACP (Denmark), Polygon Sweet Nice, serta Greenfield Fresh Milk. “Jika sudah tak mampu meraih klasemen tim, kami akan mengamankan yellow jersey yang saya kuasai,” kata Shinichi Fukushima.

Di klasemen umum perorangan, Fukushima membukukan waktu 18:29:31, terpaut sekitar satu menit di depan pembalap andalan Giant Asia Racing Team, David McCann. Fukushima rupanya sadar, rekan-rekan McCann pasti juga akan berupaya menopang team leader mereka agar dapat mengambil alih yellow jersey. Sayang dua Fukushima tak mampu masuk ke garis finis. Padahal, mulai etape 6 ini, Panel of Commissaires memberlakukan aturan yang lebih tegas. Pembalap yang DNF (do not finish) dilarang ikut etape berikutnya.

Sementara itu, perebutan red white jersey juga mulai ketat. Benteng Muda Tangerang (BMT) terus berusaha mengamankan Mohammad Radius Ginting yang dalam dua etape terakhir berada di posisi teratas. Ginting pun berkomentar, ”Seluruh tim akan bekerja keras untuk mengamankan posisi saya”. Endra Wijaya (CCC) menguntit di posisi kedua klasemen nasional juga pasti berusaha mendongkel keperkasaan Ginting.


Etape 7 Malang-Jember
Total 181 km
Intermediate Sprint 1 Pasuruan
Intermediate Sprint 2 Probolinggo
Intermediate Sprint 3 Jatiroto
Kecepatan rata-rata 40,3 km/jam

Rontoknya para pembalap Jepang pada etape sebelumnya mulai membuka jalan bagi David McCann dan kawan-kawan dari Giant Asia Racing Team untuk menguasai klasemen perorangan. Hal lain yang menggembirakan pada etape ini adalah saat Fatahillah Abdullah (BKC) berhasil finis terdepan.

Sepanjang lomba, peloton terus menerus didominasi oleh para pembalap lokal. Di km 75, Rohmat Nugraha (DDG) mencoba lepas dari peloton hingga intermediate sprint kedua. Tapi kejaran peloton yang dimotori Fatahillah tak kuasa dibendung lagi. Tiga sprint sekaligus diborong Fatahillah. Green jersey pun jatuh ke tangannya. Dominasi pembalap tuan rumah sedikit banyak memang dipengaruhi strategi pembalap asing seperti David McCann (GNT) dan Sergey Kudentsov (GFM). Tim BACP Denmark sangat handal di jalur-jalur datar, terutama pada rute Malang-Jember yang condong menurun.

Etape ini menyediakan tiga kali intermediate sprint yaitu di daerah Pasuruan, Probolinggo dan Wonorejo. Namun sayang, kekuatan BACP sedikit pincang lantaran hanya dua pembalap yang akan mengikuti etape 7 ini, yaitu Dean Iversen dan Uwe Hardter. Sedangkan Andreas Schulze, yang sempat menguasai green jersey sejak etape 2 hingga 4 lalu, harus absen karena sakit.
Pada klasemen lokal, Mohammad Radius Ginting (BMT) tetap berhak mempertahankan Red-White jersey. Meskipun, selisih catatan waktunya kian menipis dengan peringkat dua Mohammad Taufik dari Pengda ISSI Yogyakarta, dan urutan ketiga Hari Fitrianto dari Polygon Sweet Nice.

Etape 8 Jember-Banyuwangi
Total 111,6 km
Intermediate Sprint 1 Batu Apit
King of Mountain 1 (Kategori 2) Garakan
Kecepatan rata-rata 48,7 km/jam

Di etape ini, dominasi Giant Racing Team mulai tak tertandingi lagi. Tim ini hampir pasti akan memenangkan lomba untuk kategori tim. Di antara tim-tim unggulan, hanya Giant saja yang pembalapnya relatif masih utuh. Japan National Team, misalnya, kini hanya bertanding dengan tiga pembalap saja yaitu Makoto Iijima, Masahiko Mifune, Satoshi Hiroshe. Hal serupa juga berlaku pada tim Greenfield Fresh Milk yang juga hanya menyisakan tiga pembalap, yaitu Sergey Kudentsov, Ulzii-Orshikh Jamsran, dan Leung Chi Yin.

Jalur Jember-Banyuwangi yang berjarak 111,6km dan cenderung landai serta menurun, membuat semua tim besar itu berusaha bermain aman. Mereka tak mau kehilangan anggotanya lagi akibat kecelakaan atau DNF. Jalur landai ini menjadi santapan empuk bagi para sprinter.

Tim Giant kembali menopang sang team leader David McCann, yang kini menguasai yellow jersey. ”Kami tak perlu memaksakan diri untuk menjadi juara di etape 8 ini. Yang terpenting bagi kami adalah berusaha secara maksimal bekerjasama mempertahankan yellow jersey ini hingga akhir tour,” kata Mc Cann.

Etape 9 Gilimanuk-Denpasar
Total 147 km
Intermediate Sprint 1 Negara
Intermediate Sprint 2 Ubung
Kecepatan rata-rata 43,32 km/jam

Begitu bendera start berkibar di gerbang pelabuhan penyeberangan Gilimanuk, pembalap langsung menyusur tepian pantai pulau Bali menempuh jarak 147km. Di sini penyelenggara lomba menambahkan satu sprint sebagai pengganti ketika kecelakaan di Sumedang lalu. Dalam perjalanan, peloton terus bergerombol hingga masuk sprint pertama di Jembrana, Negara. Sesekali terlihat ada yang mencoba lepas, namun dapat terkejar kembali. Wawan Setiobudi (YKT) dan Yevgeniy Yakovlev (PSN) masuk ke finis pertama dan kedua. Abdullah Fatahillah masuk finis di urutan ketiga, lalu diiringi peloton besar.

Keberhasilan Abdullah ini membuat dia bertahan mengenakan green jersey. Yellow jersey tetap milik Mc Cann. Moh Radius Ginting juga tetap dengan berhak atas red white jersey-nya. Untuk polkadot jersey, Mehdi Faridi Goves menggeser Jimes Sprage. Dan tour panjang ini pun berakhir manis.

No comments: